<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Hasanah</title>
	<atom:link href="http://hasanah.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hasanah.blogdetik.com</link>
	<description>Catatan online Hasanah di dunia maya</description>
	<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 06:27:10 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Andi Samsan Nganro dan Abustan</title>
		<link>http://hasanah.blogdetik.com/2011/07/23/andi-samsan-nganro-dan-abustan/</link>
		<comments>http://hasanah.blogdetik.com/2011/07/23/andi-samsan-nganro-dan-abustan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 06:27:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hasanah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<category><![CDATA[Andi Samsan Nganro dan Abustan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hasanah.blogdetik.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Dua putra Sulsel, Andi Samsan Nganro dan Abustan, sudah menjalani wawancara terbuka sebagai tahapan seleksi calon hakim agung. Wawancara terbuka ini berlangsung pada hari kerja hingga Jumat (29/7). Dari 43 calon yang lolos ke tahapan ini, terdapat tiga tokoh asal Sulsel yang ikut bersaing termasuk Sekretaris Mahkamah Agung (MA) HM Rum Nessa. Komisi Yudisial (KY) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua putra Sulsel, Andi Samsan Nganro dan Abustan, sudah menjalani wawancara terbuka sebagai tahapan seleksi calon hakim agung. Wawancara terbuka ini berlangsung pada hari kerja hingga Jumat (29/7). Dari 43 calon yang lolos ke tahapan ini, terdapat tiga tokoh asal Sulsel yang ikut bersaing termasuk Sekretaris Mahkamah Agung (MA) HM Rum Nessa. Komisi Yudisial (KY) akan memilih 30 calon hakim untukdiserahkanke DPR. Nantinya, DPR memilih 10orangmenjadihakim agung di MA. Saat wawancara, Abustan dicecar pertanyaan selaku mantan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel.<br />
<span id="more-10"></span></p>
<p>Abustan mengungkapkan, sekalipun dirinya pernah aktif di partai, dia berkomitmen tidak akan terpengaruh jika nantinya menjadi hakim agung. “Saya harus konsisten dalam memeriksa dan memutus perkara itu sesuai fakta yang ada dan tidak terpengaruh dengan latar belakang saya,”katanya. Dia mengaku siap menghadapi apapun risiko yang harus diterima jika terpilih dan menjalankan tugas sebagai hakim agung.</p>
<p>“Apapun kita harus siap dan total,” ujarnya saat diwawancarai. Tak hanya dicecar soal politik. Sebagai seorang pengacara di Sulsel, profesi tersebut juga menjadi sasaran penguji.Salah satu pewawancara, Abdul Mukhtie Fadjar mengungkapkan, tugas yang sering dilakukan pengacara adalah melakukan lobi perkara. Baik pada jaksa, polisi, dan hakim.</p>
<p>Karena itu, Mukhtie yang juga mantan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) mempertanyakanapakah Abustan sering melakukan lobi terkait perkara yang ditanganinya?“ Nah,apakah nanti Anda akan membuka ruang lobi pada pengacara jika Anda menjadi hakim agung?”tanya Mukhtie. Abustan menolak jika dirinya dikatakan suka melobi perkara. Dia mengaku tidak pernah melakukan lobi atas semua perkara yang ditanganinya.</p>
<p>“Alhamdulillah, kami mampu menjaga jarak dan kami justru kadang menginginkan proses hukum berjalan fair dan tidak pernah melakukan lobi terkait perkara yang kami tangani,” jawabnya. Dia lantas dicecar perihal perkara yang pernah dia bela dalam kapasitas Abustan sebagai advokat.Anggota KY Suparman Marzuki bertanya apakah Abustan pernah membela terdakwa kasus korupsi? “Tidak pernah,” jawab Abustan. Namun, Suparman mencecar.</p>
<p>“Tapi berdasarkan data,Anda pernah membela Achmad Ali (Guru Besar Pidana Universitas Hasanuddin yang tersangkut kasus korupsi di Unhas),”tanya Suparman. Atas pertanyaan tersebut, Abustan mengungkapkan,pembelaan yang dilakukan terhadap Achmad Ali bukan atas nama pribadinya.Dia mengaku membela atas nama lembaga pembela hukum bersama beberapa temannya.</p>
<p>“ Lagipulakamimenilai itu bukan kasus korupsi karena Pak Achmad Ali pun dibebaskan sebelum persidangan masuk pokok perkara,”katanya. Lainnya, Abustan dicecar perihal kantor advokatnya yang bertempat di rumah dinas. Namun, dia menepis pertanyaan tersebut.“ Itu sudah bukan rumah dinas lagi sekarang,”ujarnya. Sementara Andi Samsan Nganro dicecar pertanyaan soal tabungan di bank swasta.</p>
<p>Ditanya soal itu,Andi yang juga Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Samarinda ini bersedia mengganti tabungannya dari bank swasta ke bank pemerintah.“Saya bersedia untuk memindahkan tabungan saya kepada bank milik pemerintah,”jawabnya atas pertanyaan yang disampaikan Arief Sidharta. MenurutArief, seorang hakim yang memiliki tabungan di bank swasta dikhawatirkan akan memunculkan konflik kepentingan jika bank tersebut berperkara.</p>
<p>Ditanya apakah profesi hakim membanggakan atau malah membuat dirinya menyesal? Andi menjawab diplomatis. “Saya tidak menyesal tapi juga tidak membanggakan diri.Saya jalani ini sebagai amanah,” ujarnya. Namun demikian, dia sempat mengutarakan rasa bangganya saat memutuskan perkara parkir.Kasus tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak sebab tidak sedikit pengguna parkir yang rela mengeluarkan duit agar kendaraannya aman.</p>
<p>Jadi, ketika mobil atau motor diparkir, seharusnya sudah aman. Namun, faktanya tidak seperti itu sehingga pengguna parkir sangat dirugikan.Dalam kasus tersebut,dia memutuskan bahwa pihak konsumen yang harus dilindungi.“Itu berkesan bagi saya,”jelasnya. Di lain sisi,Ketua KY Eman Suparman cukup kaget dengan biodata Andi Samsan.</p>
<p>“Ini Anda menikah pada 1989, tapi anak Anda yang pertama lahir 1986. Saya klarifikasi aja, apa benar?”kata Eman.Andi mengatakan, bahwa data tersebut benar, karena anak tersebut adalah anak angkat. Pada hari ketiga kemarin, wawancara dilakukan oleh 7 komisioner KY serta Abdul Mukhtie Fadjar dan Arief Sidharta.</p>
<p>Selain Andi Samsan, salah satu calon, Nommy Siahaan dicecar tentang asal usul hartanya yang total mencapai Rp1,5 miliar.“Apa benar, harta Anda mencapai Rp1,5 miliar?” tanya anggota KY Suparman Marzuki kepada Nommy. Atas pertanyaan tersebut, Nommy tidak membantah. “Kira-kira sebegitu,”ujarnya. Demikian catatan online <a href="http://hasanah.blogdetik.com/">Hasanah</a> yang berjudul Andi Samsan Nganro dan Abustan.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hasanah.blogdetik.com/2011/07/23/andi-samsan-nganro-dan-abustan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Program penghijauan</title>
		<link>http://hasanah.blogdetik.com/2011/06/05/program-penghijauan/</link>
		<comments>http://hasanah.blogdetik.com/2011/06/05/program-penghijauan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jun 2011 04:32:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hasanah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[News. Update]]></category>

		<category><![CDATA[Program penghijauan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hasanah.blogdetik.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Kontes SEO &#8211;&#62;&#62; Program penghijauan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, Go Green, terus mendapat dukungan dari kalangan perusahaan swasta. Melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR), sejumlah perusahaan menanam pohon di berbagai lokasi di Sulsel. Salah satunya PT Sharp Electronics Indonesia. Dalam rangka menyambut ulang tahun ke-100 SHARP Corporation, produsen elektronik ini menggelar roadshow SHARP [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Kontes SEO" href="http://kanghari.com/kontesseo/" target="_blank">Kontes SEO</a> &#8211;&gt;&gt; Program penghijauan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, Go Green, terus mendapat dukungan dari kalangan perusahaan swasta. Melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR), sejumlah perusahaan menanam pohon di berbagai lokasi di Sulsel. Salah satunya PT Sharp Electronics Indonesia. Dalam rangka menyambut ulang tahun ke-100 SHARP Corporation, produsen elektronik ini menggelar roadshow SHARP HISTORIA di enam kota besar, termasuk Makassar. Dengan mengusung tema pendidikan lingkungan dan keanekaragaman hayati di kota ini, PT Sharp menghadirkan kegiatan CSR berupa penghijauan.</p>
<p>Hanya, program ini berbeda dengan penanaman pohon yang kerap dilakukan. PT Sharp fokus pada pelestarian tanaman langka khas Sulawesi dengan menanam pohon- pohon endemik khas. Jenis pohon langka yang ditanam, di antaranya kayu hitam Sulawesi/eboni, bisbul, buni, manggis hutan. Penanaman dilakukan di halaman SDN Kompleks IKIP, kemarin.<br />
<span id="more-9"></span></p>
<p>“Kegiatan ini sebagai upaya Sharp melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia sekaligus mengedukasi anak-anak usia sekolah tentang pentingnya pelajaran lingkungan dan menjaga lingkungan sekitar,” ungkap Public Relation dan CSR PT Sharp Indonesia Pandu Setio di sela penanaman beberapa pohon langka,kemarin. Dalam program tersebut, PT Sharp juga mengenalkan buah-buahan langka khas Indonesia kepada siswa SD.</p>
<p>Mereka juga diberikan pemahaman tentang upaya pelestarian lingkungan dan teknik perbanyakan tanaman, seperti mencangkok dan okulasi. Dalam kesempatan tersebut, Assistant Branch Manager Sharp Makassar Agus Malondong mengatakan, dipilihnya Kompleks SDN IKIP Makassar karena di sekolah ini sudah menerapkan pendidikan berbasis lingkungan.</p>
<p>Misalnya dengan dibentuknya laskar cinta lingkungan yang beranggotakan muridmurid SD, penghijauan, dan adanya kantin sehat. “Kami senang bisa melakukan hal ini karena pelestarian keanekaragaman hayati menjadi tanggung jawab semua pihak. Kegiatan seperti ini sangat diperlukan agar anak-anak mengerti pentingnya menjaga dan merawat bumi tempat tinggal kita,”tandasnya. <a title="SEO Power" href="http://www.kanghari.com/2010/03/about.html" target="_blank">SEO Power</a> <a title="Banaspati" href="http://www.banaspati.web.id/" target="_blank">Banaspati</a> <a title="Kanghari" href="http://www.kanghari.com/" target="_blank">Kanghari</a></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hasanah.blogdetik.com/2011/06/05/program-penghijauan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bandar Udara Internasional Chartage</title>
		<link>http://hasanah.blogdetik.com/2011/01/24/bandar-udara-internasional-chartage/</link>
		<comments>http://hasanah.blogdetik.com/2011/01/24/bandar-udara-internasional-chartage/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 13:30:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hasanah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hasanah.blogdetik.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[KESAN begitu keluar dari Bandar Udara Internasional Chartage di ibu kota Tunisia, Tunis, suasana kota tampak sepi. Maklum, hari Minggu adalah hari libur bagi warga Tunisia dan umumnya negara-negara Maghrib Arab.
Taksi yang membawa Kompas dari bandar udara ke pusat kota praktis mulus tanpa hambatan. Namun, ketika tiba di Jalan Habib Burguibah yang merupakan jantung kota [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KESAN begitu keluar dari <a title="Bandar Udara Internasional Chartage" href="http://hasanah.blogdetik.com/2011/01/24/bandar-udara-internasional-chartage/" target="_self">Bandar Udara Internasional Chartage</a> di ibu kota Tunisia, Tunis, suasana kota tampak sepi. Maklum, hari Minggu adalah hari libur bagi warga Tunisia dan umumnya negara-negara Maghrib Arab.<br />
<span id="more-7"></span>Taksi yang membawa Kompas dari bandar udara ke pusat kota praktis mulus tanpa hambatan. Namun, ketika tiba di Jalan Habib Burguibah yang merupakan jantung kota Tunis, krisis negara mulai dirasakan.</p>
<p>Patroli helikopter terbang rendah berputar-putar di sekitar pusat kota. Tank, kendaraan panser, dan truk militer dengan pasukan siap siaga bertengger di sepanjang Jalan Habib Burguibah.</p>
<p>Para tentara itu dengan senjata lengkap hanya kelihatan angker dari jauh saja. Mereka hanya menonton para pengunjuk rasa yang berjubel di sepanjang Jalan Habib Burguibah. Para tentara itu tampak membiarkan saja para pengunjuk rasa yang berhasil menjatuhkan rezim kuat Ben Ali pada Jumat pekan lalu.</p>
<p>Tak pelak lagi, Jalan Habib Burguibah serta-merta menjelma menjadi mimbar bebas, di mana rakyat Tunisia kini bebas berteriak, mengeluarkan pendapat, bahkan mencaci maki pemerintah. Hal itu tidak pernah terjadi sejak Tunisia meraih kemerdekaan dari kolonial Perancis tahun 1956. Panorama itu juga tidak ditemukan di negara-negara Arab lain yang berada di bawah pemerintahan otoriter.</p>
<p>Rakyat Tunisia begitu tampak seperti keluar dari penjara karena selama di bawah pemerintahan dua presiden, yakni Presiden pertama Habib Burguibah (1956-1987) dan Presiden Zine al-Abidine Ben Ali (1987-2011), mereka hidup terkekang. Rezim Ben Ali terkenal sebagai rezim paling represif di dunia Arab terhadap teknologi informasi karena membatasi penggunaan jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter.</p>
<p>Tunisia pun kini tak ubahnya seperti negara di Eropa, di mana rakyatnya menikmati kebebasan luar biasa. Tunis juga serta-merta ibarat seperti kota London dan Paris, di mana rakyatnya bebas berunjuk rasa dan mengeluarkan pendapat.</p>
<p>Sebagian besar dari para pengunjuk rasa yang melalukan orasi pada Minggu kemarin adalah pegawai pemerintah rendahan. Mereka memanfaatkan hari Minggu sebagai hari libur untuk turun ke jalan.</p>
<p>Ada pegawai dari dinas kebersihan pemerintah daerah kota Tunis yang mengenakan seragam hijau muda. Ada pegawai imigrasi rendahan yang mengenakan seragam biru. Ada pula para sopir bus kota. Ada juga rombongan massa dari kota Sidi Bouzid (265 kilometer arah selatan kota Tunis) yang masuk ke kota Tunis untuk menggelar unjuk rasa. Kota Sidi Bouzid adalah tempat meletusnya intifadah rakyat Tunisia pada pertengahan Desember lalu.</p>
<p>Mereka melakukan unjuk rasa dengan membawa spanduk atau pamflet yang bertuliskan ”Jatuhkan pemerintah korup”, ”Kami menolak pemerintah lama”, dan ”Seret sisa-sisa pejabat korup”.</p>
<p>Salah seorang pengunjuk rasa dari pegawai imigrasi yang mengaku bernama Mohamed Dawes mengatakan, harus segera dibentuk pemerintah penyelamat nasional yang betul-betul memihak rakyat.</p>
<p>”Saya menolak pemerintahan yang terdapat figur-figur pengkhianat,” tegas Dawes.</p>
<p>Seperti dimaklumi, figur-figur di dalam pemerintahan baru yang ditolak keras rakyat adalah PM Mohamed Gannouchi, Presiden ad interim Fouad Mebazza, dan Menlu Kamel Merjan.</p>
<p>Gannouchi dalam upaya menenangkan rakyat telah menegaskan bahwa ia akan mundur dari dunia politik pascapemilu parlemen dan presiden nanti. Namun, penegasan Gannouchi itu tidak menyurutkan gerakan rakyat yang menolak dia.</p>
<p>Melihat sebagian besar pengunjuk rasa berasal dari pegawai pemerintah, itu menunjukkan bahwa pemerintah kini dirongrong dari dalam.</p>
<p>Ironisnya, jika mereka melakukan mogok kerja, hal itu pasti akan membuat roda pemerintahan lumpuh.</p>
<p>Pemerintah sendiri menyerukan agar semua sendi negara, sekolah, kementerian negara, rumah sakit, dan lain-lain, bekerja normal lagi mulai Senin (24/1) ini. Namun, belum diketahui, sejauh mana elemen-elemen negara mematuhi seruan pemerintah itu. Situasi Tunis, ibu kota Tunisia, tampak masih jauh dari normal lagi secara penuh dalam waktu dekat. Demikian catatan online <a title="Hasanah" href="http://hasanah.blogdetik.com/" target="_self">Hasanah</a> tentang Bandar Udara Internasional Chartage.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hasanah.blogdetik.com/2011/01/24/bandar-udara-internasional-chartage/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Petugas Dinas Perhubungan</title>
		<link>http://hasanah.blogdetik.com/2010/12/31/petugas-dinas-perhubungan/</link>
		<comments>http://hasanah.blogdetik.com/2010/12/31/petugas-dinas-perhubungan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 17:48:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hasanah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hasanah.blogdetik.com/2010/12/31/petugas-dinas-perhubungan/</guid>
		<description><![CDATA[IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -&#62; Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang menggembok roda tiga mobil di Jalan Veteran Palembang kemarin. Roda ketiga mobil ini digembok karena kedapatan diparkir berlapis.

“Tindakan tegas dilakukan untuk memberikan efek jera kepada pelanggar. Pasalnya, ancaman denda kita yang cukup tinggi ternyata tidak juga membuat mereka jera,”ujar Komandan Regu (Danru) Operasi Patroli [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://im.grandong.com/" title="IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia" target="_blank">IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia</a> -&gt; Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang menggembok roda tiga mobil di Jalan Veteran Palembang kemarin. Roda ketiga mobil ini digembok karena kedapatan diparkir berlapis.<br />
<span id="more-6"></span><br />
“Tindakan tegas dilakukan untuk memberikan efek jera kepada pelanggar. Pasalnya, ancaman denda kita yang cukup tinggi ternyata tidak juga membuat mereka jera,”ujar Komandan Regu (Danru) Operasi Patroli Parkir Dishub Kota Palembang Jufri seusai operasi. Menurut Jufri, kesadaran warga Kota Palembang untuk mematuhi peraturan lalu lintas masih sangat rendah.Para pengendara kerap mencuri-curi kesempatan untuk melakukan pelanggaran.</p>
<p>“Perilaku parkir sembarangan ini kerap kucing-kucingan dengan petugas.Pemilik toko atau alat-alat mobil juga begitu.Jika tidak ada petugas, mereka parkir sembarangan. Ketika ada petugas,mereka seenaknya saja memarkir,”beber dia. Adapun jalan yang setiap hari disisir agar lokasi parkirnya aman yakni seputaran Kolonel Atmo,Veteran, Segaran, Sayangan, Sudirman dan lainnya.Pasalnya, lokasi inilah yang setiap hari terjadi kemacetan yang disebabkan banyaknya kendaraan parkir berlapis.</p>
<p>“Untuk bisa melepas gembok yang telah dipasang karena melanggar, pemilik kendaraan wajib membayar denda Rp100.000 sesuai dengan ketetapan perda. Jika tidak, kendaraan tersebut diderek ke kantor Dishub sampai pemilik kendaraan membayar denda,” tukas dia. Andi,17, pengendara yang mobilnya digembok mengaku tidak tahu kesalahannya. Dia menyatakan tidak keberatan mendapatkan sanksi yang tegas. “Kalau harus tegas silakan,tetapi jangan tebang pilih. Sebab, masih banyak kendaraan lain yang melanggar bukan hanya saya,”ujar dia.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hasanah.blogdetik.com/2010/12/31/petugas-dinas-perhubungan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Medan Terancam Banjir Hebat</title>
		<link>http://hasanah.blogdetik.com/2010/10/10/medan-terancam-banjir-hebat/</link>
		<comments>http://hasanah.blogdetik.com/2010/10/10/medan-terancam-banjir-hebat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2010 09:51:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hasanah</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[Medan Terancam Banjir Hebat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hasanah.blogdetik.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan Hendra Suwarta mengatakan, Kota Medan dan beberapa daerah lainnya bisa mengalami banjir dan longsor.

Penyebabnya, tingkat curah hujan rata-rata selama sebulan (Oktober ) ini bisa mencapai 200 hingga 300 milimeter (mm). “Apabila dalam satu hari terjadi hujan dengan intensitas setinggi itu, bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepala Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan Hendra Suwarta mengatakan, Kota Medan dan beberapa daerah lainnya bisa mengalami banjir dan longsor.<br />
<span id="more-5"></span><br />
Penyebabnya, tingkat curah hujan rata-rata selama sebulan (Oktober ) ini bisa mencapai 200 hingga 300 milimeter (mm). “Apabila dalam satu hari terjadi hujan dengan intensitas setinggi itu, bisa terjadi banjir yang bisa dikatakan cukup mengancam. Saat intensitas hujan hanya 50 mm saja, Medan bisa banjir apalagi jika lebih,” katanya. Tingkat curah hujan setinggi itu, lanjut dia, terjadi hampir selama Oktober ini. Penyebabnya karena laut barat Sumatera menghangat sehingga menyerap suhu panas dari Afrika Timur. Akibatnya, awan cumulonimbus semakin banyak menampung uap air yang akhirnya diturunkan dalam bentuk hujan dengan intensitas sangat tinggi.</p>
<p>Meski dengan kondisi seperti itu serta banjir dan longsor menjadi ancaman, namun kemungkinan badai Lalina sangat kecil mengarah ke Sumut. Badai Lanina lebih mengarah ke Pulau Jawa. Meski begitu tetap patut diwaspadai karena dampaknya membuat curah hujan bertambah tinggi. “Badai Lalina kecil mengarah ke Sumut. Kalaupun ada tapi tidak terlalu mengancam meski tetap harus waspada,” ujarnya. Dengan tingkat intensitas curah hujan setinggi itu, daerah yang rawan terjadi banjir besar adalah kawasan pesisir Pantai Timur Sumatera Utara seperti Langkat, Deliserdang, Serdangbedagai, Labuhanbatu termasuk Medan dan kawasan yang termasuk pantai timur lainnya.</p>
<p>Pada kawasan-kawasan ini intensitas curah hujannya berkisar antara 200-300 mm. Namun daerah Pantai Barat Sumatera Utara seperti Mandailingnatal, Sibolga, Tapanuli Tengah dan lainnya tetap harus waspada terjadi hal serupa karena tingkat curah hujan pada daerahdaerah tersebut juga cukup tinggi, berada di atas 150 mm. Akan semakin parah apabila kondisi alam pada daerah tersebut banyak yang rusak. Bukan hanya banjir, tetapi juga rawan terjadi longsor. Khususnya pada daerah yang kawasan hutannya sudah tidak baik lagi. “Kondisi alam yang mulai rusak. Hutan tidak baik lagi sehingga tidak ada penyerapan air membuat keadaan semakin parah.</p>
<p>Karena itu pemerintah diminta untuk mengecek daerah masing-masing untuk mengambil langkah antisipasi lebih dini,” ucapnya. Sementara itu, di Kampung Nelayan, Medan Labuhan, sejak Jumat malam mengalami banjir. Hingga tadi malam air masih tinggi. Ratusan rumah yang berdiri hanya beberapa meter dari laut digenangi air. Sri, 40, warga Komplek Nelayan Indah mengatakan, kondisi di kampungnya masih digenangi air. “Kemungkinan sampai dua hari ke depan, tanggul Kampung nelayan jebol dua sisi. Hingga ketika air pasang naik, rumah warga tergenang sampai lutut,”ungkapnya. Tanggul yang jebol, ini tercatat tiga kali dalam setahun ini, sebelumnya dua bulan lalu, di lokasi yang sama ratusan rumah juga digenangi air, karena tanggul jebol.</p>
<p>Kepala Seksi Kesehatan dan Lingkungan Dinas Kesehatan Sumatera Utara Harry Rivona menerangkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan semua pihak untuk mengantisipasi ancaman alam, terutama banjir. Sudah sejak jauh hari,kata Harry, pihaknya mengimbau dan sosialisasi agar masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai atau laut berpeluang terkena dampak saat banjir datang lebih berhati-hati. “Dari petugas kesehatan setelah ada program waspada dini terhadap bencana alam. Sebab untuk bencana yang murni datang dari alam, tidak bisa diprediksi dan direncanakan kapan datang,” ujarnya. Selain soal peringatan tadi, pihaknya juga mengimbau soal kebersihan lingkungan. Sebab menurutnya, bencana alam seperti banjir yang datang akan diperparah jika kondisi lingkungan penuh dengan sampah.</p>
<p>“Ini juga penting, air bisa datang dan surut dengan cepat, jika jalan air tidak terhambat maka surut bisa lebih cepat. Kita butuh kerjasama lintas sektoral di kabupaten/kota termasuk soal penataan lingkungan,” timpalnya. Soal bantuan, khusus untuk daerah yang terkena bencana selama masih bisa ditangani sendiri oleh kabupaten/kota, maka pihaknya akan memberikan keleluasaan untuk mengatasinya. “Kita akan turun jika kabupaten/ kota butuh kita.</p>
<p>Namun begitupun kita siap dalam keadaan apapun, mengingat di Dinas Kesehatan juga kini sudah ada bidang pengendalian wabah dan bencana,” ungkapnya.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hasanah.blogdetik.com/2010/10/10/medan-terancam-banjir-hebat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.485 seconds -->

